Budidaya Ikan: Kupas Tuntas Panduan Budidaya Ikan dari A sampai Z

Budidaya Ikan
Budidaya Ikan
Budidaya ikan membuka peluang besar untuk di jadikan sebagai ladang penghasilan. Bayangkan saja, pada tahun 2017 konsumsi ikan nasional mencapai 46,49 kg/kapita dan kebutuhan ikan mencapai 10,38 juta ton.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya peningkatan konsumsi ikan dari tahun ke tahun yang juga berbanding lurus dengan kenaikan kebutuhan ikan.

Artinya apa?

..artinya semakin hari semakin banyak jumlah orang yang mengkonsumsi ikan dan semakin banyak pula jumlah ikan yang di makan.

Anda melihat peluang itu?

Saya yakin setidaknya anda termasuk dalam 3 orang berikut:

1. Anda melihat potensi itu, namun tidak mempunyai pengetahuan yg cukup untuk memulai.

2. Anda telah menggeluti Budidaya ikan namun tidak memuaskan atau bahkan gagal lalu anda menyerah.

3. Anda telah sukses dan ingin menambah wawasan tentang budidaya ikan.

Anda termasuk yang mana?

.. Termasuk yang manapun, sekarang saya akan membuka mata anda.

Saya akan mengajarkan Budidaya ikan sedetil detilnya.

Oleh karena itu, setelah membaca seri panduan ini anda akan paham langkah-demi-langkah yang harus anda lakukan untuk memulai Budidaya Ikan anda sendiri.

…dalam panduan gratis ini anda akan belajar Budidaya Ikan mulai dari dasarnya.

Topik-topik panduan ini dikelompokkan dalam beberapa bab yaitu wadah budidaya ikan, media budidaya ikan, pengembangbiakan ikan, nutrisi ikan, teknologi pakan buatan,  teknologi produksi pakan alami, hama penyakit ikan, pemasaran, hingga analisa kelayakan usaha budidaya ikan.

Silahkan mulai dari Bab 1 atau langsung menuju bab yang ingin anda pelajari. Kalau anda butuh informasi lebih lanjut tentang Budidaya Ikan, lanjutkan membaca sebelum ke bab pertama.

1. Wadah Budidaya Ikan 

2. Media Budidaya Ikan 

3. Pengembangbiakan Ikan 

4. Nutrisi Ikan

5. Teknologi Pakan Buata

6. Teknologi Produksi Pakan Alami

7. Hama Penyakit Ikan

8. Pemasaran 

9. Analisa Kelayakan Usaha

Potensi Budidaya Ikan di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas perairan hampir dua pertiga dari luas wilayahnya yaitu sekitar 70%. Wilayah perairan di Indonesia berdasarkan kandungan kadar garamnya atau salinitas dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis perairan yaitu perairan tawar, perairan payau dan perairan laut.

Dari ketiga jenis perairan tersebut dapat dihasilkan suatu produksi perikanan yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Potensi perikanan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15,59 juta hektar (Ha) yang terdiri dari potensi air tawar 2,23 juta ha, air payau 1,22 juta ha dan budidaya laut 12,14 juta ha.


Perikanan budidaya baik perikanan air tawar, air payau dan air laut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia

Apa yang akan anda pelajari?

 Bab 1. Wadah budidaya ikan

Dalam bab ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kolam/tambak, bak, akuarium dan karamba jaring terapung.

Selain itu juga akan dibahas tentang bagaimana konstruksi dari setiap wadah yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan yang sesuai dengan tingkat/level produksi yang diterapkan. Dan juga akan dibahas tentang bagaimana menyiapkan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya sesuai dengan kaidah-kaidah dalam melakukan kegiatan budidaya.

Dengan memahami berbagai macam wadah budidaya, konstruksi wadah budidaya dan persiapan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya maka akan diperoleh peningkatan produktivitas dalam budidaya ikan.

Bab 2. Media Budidaya Ikan

Ikan sebagai salah satu jenis organisme yang hidup pada suatu perairan, jika manusia melakukan kegiatan budidaya yaitu memproduksi organisme tersebut dalam suatu lingkungan perairan yang terbatas dan terkontrol dengan baik maka manusia harus memahami tentang lingkungan perairan dimana ikan tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak seperti di habitat aslinya.

Lingkungan perairan tempat ikan yang dibudidayakan tumbuh dan berkembang biasa disebut dengan media. Media yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan ada beberapa persyaratan-persyaratan agar ikan dapat tumbuh dan berkembangbiak pada wadah yang terbatas tersebut.

Dalam Materi ini akan dibahas tentang berbagai macam sumber air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan, berbagai macam parameter kualitas air yang akan mendukung kegiatan budidaya ikan dan bagaimana kita melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter kualitas air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup organisme air yang akan dibudidayakan.

Bab 3. Pengembangbiakan ikan

Dalam Materi  ini akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan kegiatan produksi budidaya ikan mulai dari kegiatan pembenihan ikan, kegiatan pendederan ikan, kegiatan pembesaran ikan dan kegiatan pemanenan ikan. Kegiatan pembenihan ikan merupakan suatu kegiatan budidaya yang menghasilkan benih ikan.
Benih ikan dalam budidaya ikan diperoleh dari induk ikan, oleh karena itu sebelum melakukan kegiatan pembenihan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang teknik seleksi induk ikan, karena benih ikan yang unggul diperoleh dari induk yang unggul. Jika dalam melakukan kegiatan pembenihan ikan tidak memperhatikan tentang seleksi induk yang baik maka akan memperoleh benih ikan yang tidak bermutu.

Dengan melakukan seluruh kegiatan budidaya ikan mulai dari pembenihan sampai pembesaran ikan maka kegiatan pengembangbiakan ikan budidaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sumber pangan dan non pangan yang relatif murah.
Selengkapnya

Bab 4. Nutrisi ikan

Kajian tentang nutrisi ikan sangat diperlukan untuk memahami kebutuhan ikan akan zat gizi yang dibutuhkan ikan agar tumbuh dan berkembang. Zat gizi yang dibutuhkan oleh ikan agar dapat tumbuh dan berkembang meliputi tentang kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

Zat gizi tersebut pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang kebutuhan zat gizi tersebut bagi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. Dalam kegiatan budidaya ikan biasanya para petani ikan sangat membutuhkan pakan yang akan diberikan pada ikan yang dibudidayakan pada wadah budidaya. Pakan yang diberikan ada dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan.

Setelah memahami tentang energi yang dibutuhkan oleh setiap jenis ikan maka pengetahuan tentang sumber nutrien utama sebagai sumber energi yaitu protein, lemak dan karbohidrat serta vitamin dan mineral harus dipelajari agar kebutuhan ikan akan nutrisi tercukupi.
Selengkapnya

Bab 5. Teknologi pakan buatan

Dalam Materi ini akan diuraikan secara jelas tentang berbagai kajian yang mendukung dalam membuat suatu rekayasa dalam membuat pakan ikan. Beberapa subtopik akan dibahas antara lain adalah jenis-jenis bahan baku, bagaimana cara menyusun formulasi pakan ikan dari yang sangat sederhana sampai teknologi komputer, bagaimana prosedur pembuatan pakan dari skala rumah tangga sampai pabrikasi, dan bagaimana melakukan pengelolaan terhadap pakan yang sangat membutuhkan keahlian tersendiri agar dalam melakukan suatu usaha budidaya ikan menguntungkan. Dimana kita tahu bahwa pakan buatan merupakan biaya operasional tertinggi kurang lebih 60% dari total biaya produksi, jika kita dapat mengelola dengan baik penggunaan pakan buatan dalam suatu uasaha budidaya ikan maka biaya pakan akan dapat dikurangi dan pertumbuhan ikan terjadi secara optimal sehingga keuntungan produksi meningkat.

Selain itu dalam proses pemberian pakan pada ikan sebagai organisme air yang hidup dalam media air maka harus diketahui juga tentang kaitan antara pakan ikan dan kualitas air, sehingga pakan yang diberikan selama proses budidaya ikan berlangsung tidak memberikan dampak negatif terhadap media budidaya.
Selengkapnya

Bab 6. Teknologi pakan alami

Pada bab sebelumnya telah dibahas tentang pakan buatan, pada bab ini akan dibahas tentang jenis-jenis pakan alami yang dapat digunakan dalam budidaya ikan, bagaimana melakukan budidaya berbagai jenis pakan alami yang dapat dikonsumsi oleh ikan terdiri dari phytoplankton, zooplankton dan bentos.

Dalam Materi ini akan dibahas berbagai cara dan bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari pakan alami.
Selengkapnya

Bab 7. Hama dan penyakit ikan

Pada setiap kegiatan budidaya ikan pasti akan terdapat kendala yang dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dalam suatu usaha. Penyebab utama terjadinya kegagalan produksi ikan budidaya biasanya disebabkan oleh karena adanya hama dan penyakit yang menyerang dalam wadah budidaya ikan. Karena ikan yang sakit tidak akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal dan hal ini sangat merugikan bagi para pembudidaya.

Agar tidak terjadi serangan hama dan penyakit ikan dalam wadah budidaya maka sebelum dilakukan kegiatan budidaya harus dilakukan treatment pada wadah yang akan digunakan seperti membersihkan wadah budidaya, penggunaan air yang baik secara kualitas dan kuantitas, peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya telah disucihamakan, jangan memelihara ikan yang sakit dengan ikan yang sehat secara bersamaan, membuang segera ikan yang sakit. Jika ikan telah terserang hama dan penyakit ikan maka langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit.

Dalam Materi ini akan dibahas tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya, beberapa kegiatan pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit ikan serta cara melakukan pengobatan jika ikan yang dibudidayakan telah terserang hama dan penyakit ikan.
Selengkapnya

Bab 8. Pemasaran

Pada bab ini akan dibahas tentang pengertian pemasaran, ciri-ciri pemasaran hasil perikanan, perencanaan dan target penjualan, estimasi harga jual, sistem penjualan dan strategi promosi.

Dengan mempelajari materi pemasaran ini diharapkan pembaca dapat memahami tentang pemasaran hasil produksi budidaya ikan dengan berbagai karakteristik produk perikanan yang laku jual dimasyarakat.
Selengkapnya

Bab 9. Analisa Usaha Budidaya Ikan

Dalam suatu kegiatan budidaya tujuan dilakukannya produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk hasil budidaya ikan. Budidaya ikan sebagai salah satu usaha yang menghasilkan ikan untuk dijual yang berarti akan mendapatkan suatu nilai tambah bagi para pembudidayanya.

Dalam bab ini akan dibahas tentang persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu usaha budidaya ikan menguntungkan dikaji dari aspek ekonomi. Oleh karena itu akan dibahas tentang pengertian studi kelayakan, Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio), Internal Rate of return, Analisis break Event Point (BEP), dan aplikasi analisa usaha. Dalam melakukan usaha budidaya ikan diharapkan produk yang dihasilkan akan terjual semua dan mempunyai harga yang sesuai dengan keinginan penjual sehingga akan diperoleh keuntungan.

Jika dalam melakukan suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan sebagai upah dari mengelola usaha budidaya ikan maka para pembudidaya ikan tidak akan tertarik untuk membudidayakan komoditas perikanan. Seperti kita ketahui budidaya ikan pada kondisi lahan yang semakin lama semakin terbatas karena bertambahnya populasi manusia di bumi harus selalu dibudidayakan dan memberikan nilai tambah bagi para pembudidaya.
Selengkapnya

Mulai dari

Popular posts from this blog

Teknik dan Umpan mancing Iwak Papuyu paling ampuh

Belajar Bahasa Banjar